Rabu, 23 April 2014

Korban Tewas Ferry Sewol Tembus 100 Jiwa

South Korean ferry
South Korean Ferry
       Jumlah korban tewas kapal Feri Sewol, Korea Selatan, menembus angka 100 jiwa. Puluhan petugas penjaga pantai membawa mayat yang baru tiba ke Pulau Jindo, pada Selasa (22/4).
      Satu persatu mayat korban dengan dibungkus kain putih, di angkat dari perahu ke sebuah tenda di dermaga Pulau Jindo. Sementara puluhan petugas polisi berjaket hijau neon, membentuk barisan di sekitar dermaga. Sejak petugas penyelamat berhasil menemukan cara memasuki bagian dalam kapal, jumlah korban tewas yang ditemukan meningkat. Pejabat mengkonfirmasi, jumlah korban mencapai 104 jiwa. Sementara, hampir 200 orang masih dinyatakan hilang.
      Identifikasi sementara para korban ditampilkan di sebuah papan putih yang berada di pulau tersebut. Di papan tertera informasi seperti tinggi badan, panjang rambut atau warna dan jenis pakaian. Mayat dibawa dengan menggunakan ambulan ke dua tenda. Tenda pertama untuk mayat laki-laki dan tenda kedua untuk mayat perempuan. Di luar tenda, keluarga korban mendengarkan arahan dari seorang pejabat dengan seksama. Hanya keluarga korban yang diizinkan memasuki tenda.

      Salah seorang keluarga korban menangis dan terjatuh saat keluar tenda. Semantara keluarga lain mencoba menghiburnya. "Kembalikan anak saya!" jerit wanita tersebut. Sekitar 250 dari lebih dari 300 korban yang hilang dan tewas merupakan siswa Sekolah Menengah Atas di Ansan. Mereka tengah melakukan perjalanan wisata ke Pulau Jeju.
      Sejauh ini, mayat korban masih dalam proses identifikasi. Sejumlah anggota keluarga korban juga telah memberikan sampel DNA, untuk memudahkan identifikasi.Keluarga korban dan masyarakat Korsel secara luas, mengecam tindakan kapten kapal yang menunda evakuasi. Kapten awalnya mengatakan pada penumpang, untuk tetap berada di kabin mereka. Perintah evakuasi baru dikeluarkan setelah setengah jam kapal mulai tenggelam.
      Kondisi kapal yang sudah miring, membuat banyak penumpang sulit menyelamatkan diri dan terjebak di dalam kapal.Juru bicara satuan tugas darurat Korsel Koh Myung-seok mengatakan, sebagian besar mayat ditemukan di lantai tiga dan empat feri. Di tempat tersebut tampaknya, para penumpang dikumpulkan. Banyak dari para siswa juga menempati kabin di lantai empat.

Label: ,

Kamis, 17 April 2014

Masih 290 Penumpang Ferry Sewol Belum Ditemukan

Headline

Ferry Sewon yang tenggelam - Korean Herald

      Kamis pagi (17/4/2014) regu penyelamat memukul-mukulkan palu ke lambung Ferry Korea Selatan yang terbalik dengan harapan ada respons dari ratusan penumpang yang terjebak di dalamnya.
      Penjaga pantai dan pasukan katak angkatan laut terus menyelam di perairan tempat kecelakaan, sekitar 20 kilometer barat daya lepas pantai Korsel, untuk mencari 290 penumpang yang hilang. Ferry ini tenggelam pada Rabu kemarin dalam pelayaran pendek dari pelabuhan Incheon yang dekat dengan bandara international Seoul, ke resor wisata Pulau Jeju.
      Kini operasi pencarian dilakukan dengan mengerahkan 171 kapal, 29 pesawat dan melibatkan penyelam berpengalaman, tulis Korean Herald, Kamis (17/4/2014).
Ferry itu mungkin menabrak beting kemudian miring 45 derajat sebelum tenggelam di Pulau Jindo, Provinsi Jeolla Selatan, pada Rabu pagi. Enam orang ditemukan tewas dan masih ratusan orang yang hilang hingga kini.
      Ferry dengan nama lambung Sewol yang berbobot mati 6.325 ton itu tenggelam pada Rabu pukul 08:55 ketika berlayar menuju Pulau Jeju dari Incheon. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sewol bergeser ke arah yang lain pada pukul 08:52. Dalam sekejap Sewol mendadak berhenti dan berdentum dengan suara sangat keras.
      Perempuan awak ferry bernama Park Ji-young, 22 tahun, dan empat siswa serta seorang guru SMA Danwoon tewas dalam kecelakaan ini. Pada pukul 02:00 dini hari sebanyak 179 orang berhasil diselamatkan dan 290 orang lainnya belum diketahui nasibnya.
      Penumpang ferry ini termasuk 324 siswa dan 14 guru SMA Dawon yang hendak berlibur di pulau wisata Jeju dalam rangka liburan sekolah.Pemerintah segera membentuk pusat respons. Presiden Korsel Park Geun-hye memerintakan pemerintah berkonsentrasi pada upaya penyelamatan.“Upaya penyelamatan harus dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban, jangan sampai ada seorang pun yang tertinggal di dalam ferry,” ujar Park.

Label: ,